Penyimpangan intelektualitas mahasiswa dalam organisasi kampus atau organisasi mahasiswa lainnya di Unlam.

  Mahasiswa sebagai penerus perjuangan reformasi dan tonggak perubahan bangsa tak lepas dari yangnamanya idealisme pemikiran yang selalu ingin berbuat untuk membela yang benar dan selalu memposisikan diri untuk selalu berguna bagi rakyat kecil, dalam pemahaman, mahasiswa adalah tingkat paling tertinggi dalam kasta pendidikan, sehingga wajar saja kalau mahasiswa sering disebut sebagai intelektual muda yang berambisi, kuat, tegar sekaligus memiliki hati yang memikirkan sesamanya ( rakyat ). (more…)

Diterbitkan di: on Juni 11, 2008 at 12:42 pm Komentar (5)

Konsep khayalan selama 100 tahun

Selama kurang lebih dari sebulan lalu, bangsa Indonesia mempromosikan “ 100 Tahun Kebangkitan Nasional ” melalui media cetak sampai media elektronik, dari instansi pendidikan hingga rumah sakit, dari tukang becak sampai para Pejabat, semua orang membicarakan Hari Kebangkitan Nasional yang pada tanggal 20 Mei 2008 genap seratus tahun peringatannya.

Di lain pihak, mahasiswa sibuk mengaitkan hari yang menjadi pusaka bagi bangsa Indonesia ini dengan sepuluh tahun masa reformasi, yang di perjuangkan oleh seluruh mahasiswa di Indonesia ini, pada bulan Mei tahun 1998, media elektronik ramai memberitakan bahwa Indonesia masih stagnant dalam menghadapi masalah dalam negeri serta gagal dalam mensejahterakan rakyatnya. Menjelang peringatan, demo terjadi dimana-mana karena pemerintah merencanakan kenaikan BBM. Komplikasi situasi.. (more…)

Diterbitkan di: on Mei 25, 2008 at 4:29 pm Komentar (1)

Kontribusi parkir FKIP..Wuush!!!

Jika kita sebagai mahasiswa Unlam bertanya, fakultas mana sih yang paling banyak mahasiswanya?? Tentu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) lah jawabannya, banyaknya dalam segi kuantitas lho, kalau kualitasnya? Ehmmm au ah gelap…. (more…)

Diterbitkan di: on Mei 14, 2008 at 10:16 pm Komentar (2)

Do’a menyambut mentari

Beberapa hari ini, malam tak pernah ku lewati dengan mimpi, mata dan kepala ini selalu menjadi saksi proses Tuhan menjalankan hari dengan bulan dan bintang sebagai simbolnya yaitu malam, gelap menjadi tirai yang tak terlepas di alam raya, menyelimuti anggun, melindungi para penghuni dunia yang terlelap dalam khayalan. (more…)

Diterbitkan di: on Mei 12, 2008 at 10:54 pm Komentar (0)

Menuju Reuni

Beberapa hari setelah Idul Fitri, kebetulan hari minggu, kawanku semua tak beraktifitas karena libur panjang. Lama sudah kupendam rasa rindu ini ingin berkumpul kembali, bercanda dengan mereka, sms si Boank membuatku buru-buru untuk mandi, dia datang menjemput kerumah, ku suruh dia untuk menunggu diruang depan. (more…)

Diterbitkan di: on Mei 10, 2008 at 1:27 pm Komentar (0)

Kontrol Dasar

Manusia diciptakan dengan kesempurnaan yang memadai dibanding dengan makhluk lainnya yang ada didunia ini, sungguh luar biasa jika kita memahami diri kita sendiri. Mengapa kita lahir dan mengapa kita ada di dunia ini? Mengapa kita hidup, mati dan milyaran pertanyaan akan muncul dari kehadiran kita sebagai manusia. (more…)

Diterbitkan di: on Mei 9, 2008 at 10:27 am Komentar (3)

Kepribadian Indonesia

 Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk yang memiliki beragam budaya, suku dan adat istiadat, Indonesia sebagai bagian dari Negara-negara yang ada dalam posisi benua Asia memiliki adat yang disebut adat ketimuran yang berbeda dengan adat atau budaya barat seperti Amerika atau Eropa. (more…)

Diterbitkan di: on Mei 7, 2008 at 3:23 pm Komentar (1)

Rindu-rindu dalam rumahku ( sambungan )

  Hampir sejam aku memperhatikan kamar itu, yang dulu pernah menjadi tempat terindah bagiku dirumah ini, ku hirup dalam-dalam udara dikamar ini, aromanya tak menguap hilang meskipun lama sudah ku tinggalkan, ku tak lupa bahwa dikamar ini aku pernah frustasi dan dendam pada keadaan. Tapi itu dulu, sekarang jiwa dan pikiran ini tak terdiam dikamar mungil dan bersih ini. (more…)

Diterbitkan di: on April 23, 2008 at 1:49 pm Komentar (0)

Rindu - rindu dalam rumahku…

Lebaran tahun 2007 aku pulang kampung atas ajakan kakakku, yang mempunyai sedikit uang untuk kami pulang waktu itu, sebenarnya aku masih ragu dan tak tega dengan ajakannya, dalam benakku. (more…)

Diterbitkan di: on April 19, 2008 at 8:22 pm Komentar (0)

Homesick muncul diperantauan

Banjarmasin memang bukan tanah kelahiranku namun disinilah tempat dimana aku mempelajari budaya, khususnya budaya banjar, secara formalitas aku mempelajari antropologi di universitas lambung mangkurat, aku mulai mengenal bahasa banjar dari awal aku menginjakkan kaiku di negeri seribu sungai ini, setelah aku masuk kuliah aku mulai kenal dengan wayang banjar, teater daerah, alat musik daerah dan lain sebagainya, meskipun tidak kupelajari secara mendalam namun ternyata rasa cinta terhadap kebudayaan akan menimbulkan jawaban terhadap pertanyaan siapa jati diri kita yang sebenarnya.

banjar identik dengan kebudayaan sungainya, namun yang unik menurutku adalah bahasa banjar itu sendiri yang mampu menjadi bahasa pemersatu di tanah kalimantan ini, bahasa banjar dapat ditemui di kaltim atau di kalteng selain di kalsel, konon bahasa banjar di banjar di pakai oleh para pedagang di pelabuhan bandar masih yang dipenuhi oleh para pedagang dari berbagai daerah, untuk memudahkan komunikasi antar para pedagang yang datang dari berbagai daerah itu maka bahasa banjarlah yang dipakai sebagai bahasanya.

Setelah mengenal budaya dari daerah banjar, aku baru sadar dan rindu dengan budayaku sendiri, di asrama tempat ku tinggal ku jadi suka mendengarkan musik dari daerah asalku, jawa barat. padahal dulu ketika ku masih tinggal di kampung halamanku ku jarang mendengarkan lagu daerah apalagi sampai tahu.selepas dari SMA memang ku pernah bercita-cita ingin menjadi sastrawan daerah dan mempelajari budaya daerah asalku yaitu sunda, aku sempat lulus di Universitas Padjajaran jurusan sastra daerah namun karena kurangnya biaya, kesempatan itu ku buang dengan rasa menyesal dan benci dengan kondisiku, sampai pada akhirnya ku buang jauh-jauh cita-citaku dari pikiran ini dan melarikan diri ke Banjarmasin dengan dalih mencari pekerjaan, namun Tuhan tak rela dengan sikapku yang berhenti bermimpi mempelajari budaya, di Banjar inilah aku di hadapkan dengan keunikan budaya meskipun budaya orang lain tapi setidaknya aku makin sadar dengan budayaku sendiri..aku rindu…. 

Diterbitkan di: on April 14, 2008 at 4:23 pm Komentar (2)