Menuju Reuni

Beberapa hari setelah Idul Fitri, kebetulan hari minggu, kawanku semua tak beraktifitas karena libur panjang. Lama sudah kupendam rasa rindu ini ingin berkumpul kembali, bercanda dengan mereka, sms si Boank membuatku buru-buru untuk mandi, dia datang menjemput kerumah, ku suruh dia untuk menunggu diruang depan.

“ Ank, kumaha cageur ari sia? “ tanyaku..

Si Boank cuma ketawa, tak tau apa yang ada dipikirannya…
Lama sudah kami tak bertemu, gila-gilaan sama-sama atau merokok dan berkumpul di alun-alun.

“ ngumpulna di imah saha toy ?? “

“ di imah si tini euy “ jawabku

Pagi itu aku berangkat dengan si Boank, ngebut dengan kendaraan yamaha nya di jalan yang berliuk bagai ular, naik turun bagai ombak besar, ditengah perjalanan aku baru ingat kalau aku sudah janji dengan si nenk untuk berangkat sama-sama kerumah si tini, ku merasa bersalah ikut dengan si boank,

“ Nenk, Tos berangkat?? “ tanyaku pembukaan

“ Hampura nenk, urang berangkat jeng si Boank “

“ Eeh teu nanaon toy, nenk langsung naik bis yeuh, langsung ke rumah Tini “ Suaranya makin tak kedengaran ketika ngomong di telp.

Dalam perjalanan menuju rumah si tini, aku tak henti-henti menyanjung Tuhan yang telah memberi aku kesempatan untuk menikmati semua ini lagi, pemandangan indah, udara yang sejuk ketika ku hirup, hamparan sawah yang damai dan gunung-gunung hijau yang gagah mengiringi jalanku, entah kapan lagi aku bisa kembali dan menikmati semua ini lagi.

Tujuan kita untuk singgah terlebih dahulu ke rumah si Jebew, si Boank yang mengetuk pintu rumahnya yang bertipe klasik seperti rumah Belanda.

“ Eeh jang Aank, jang Toni, kumaha daramang jang “

Yang menyambut kami ternyata ibunya si Jebew, ibu yang selalu ramah dengan kami, temen-teman anaknya.

“ jang Erik mah masih di tukang, nuju ngeusian bak, antosan we nya jang “

“ deuh…jang Toni, iraha datang ti Kalimantan?? Nyandak oleh-oleh atuh?? “
Lumayan lama kami ngobrol dengan ibunya si jebew, seperti biasa kami di beri nasehat yang membuat kami merasa seperti anaknya sendiri.

Hati ini seperti terpaku dimasa lalu, masa-masa yang tak pernah kulupakan, rasanya seperti kemarin aku meninggalkan kenangan ini, kini semua terbuka kembali, kondisi, situasi, dan orang-orang yang sama. Tak ada yang berbeda, masih indah, masih sangat bisa kurasakan suasananya.

“ weii…orang Kalimantan euy. Iraha datang toy?? Mana mandau na euy?? “

Suara yang tidak asing lagi ditelingaku, si jebew..
Badannya besar dengan janggut yang menggantung beberapa helai di dagunya, seperti biasanya juga, sifat si jebew masih belum berubah, sama seperti dulu, meskipun badannya bongsor namun kekanak-kanakan.

Kuceritakan keadaanku yang sebenarnya di banjarmasin, dan permintaan maaf ku karena ku tak bisa membawa mandau hias pesanan mereka, maklum ku masih takut membawa senjata tajam seperti mandau untuk dibawa pulang, meskipun hanya hiasan. Takut di curigai apa-apa di bandara.

Setelah hampir setengah jam kami ngumpul di rumah si jebew, kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke rumah si tini, namun si Boank ingin mengajak si Leni, teman kami juga di SMA dan sempat menjadi pacar si Boank selama sebulan, katanya….

Setelah ditelp dan memastikan si Leni ada dirumahnya, aku dan si Boank berangkat menuju rumah si Leni, sementara si jebew menyiapkan kendaraannya yang baru, baru beli tapi bekas..

Si Leni sudah tampak di depan pintu, menunggu kedatangan kami berdua, letak rumahnya yang lebih tinggi dari jalan membuat kami malas untuk mendatanginya. Malas jalan menanjak, si leni sendiri yang turun mendatangi kami.

Si Boank yang dulu pernah pacaran dengan si leni enggan untuk bertemu lama dengan si leni, dia memilih kembali ke rumah si jebew, katanya supaya berangkatnya sama-sama, hampir sejam aku ngobrol dengan si leni, akhirnya si Boank dan Si jebew datang, aku ikut dengan dengan si Jebew dan Si Leni dengan Si Boank..

Diterbitkan di: on Mei 10, 2008 at 1:27 pm

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://tonifebruari666.wordpress.com/2008/05/10/menuju-reuni/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment