Do’a menyambut mentari

Beberapa hari ini, malam tak pernah ku lewati dengan mimpi, mata dan kepala ini selalu menjadi saksi proses Tuhan menjalankan hari dengan bulan dan bintang sebagai simbolnya yaitu malam, gelap menjadi tirai yang tak terlepas di alam raya, menyelimuti anggun, melindungi para penghuni dunia yang terlelap dalam khayalan.

Ngantuk adalah kawan saat kepala tak bisa berpikir, nguap menyerang, begitu pun badan yang agak gontai menahan jiwa yang selalu carut marut dengan dosa, namun kupaksakan untuk begadang, dengan senang hati ku jalani, bukan hanya sekedar untuk uang, namun juga sebagai dasar pembelajaran membangun jiwa, menentramkan hati orang yang memerlukan kehadiran kita, bekerja sambil membantu orang, apa yaa namanya?, yang pasti aku tidak terlalu berharap dengan upah atau gaji, begadang menjaga game center ini. Ada sedikit niat untuk membantu, karena mereka ( pemilik ) adalah saudara jauh ku juga.

Ku ingin Tuhan tahu, bahwa aku selalu ingat dengan orang-orang yang melahirkan dan mengurus aku sampai seperti sekarang ini, ibu, yang paling kuhormati dan paling kusayangi adalah oarang pertama dalam presensi doaku, kedua adalah ayahku yang telah memberi aku jalan hidup yang akan ku syukuri selama perjalanan waktu yang ku tempuh ini. ketiga adalah kedua kakakku yang selalu mengalah pada adiknya dalam berbagai masalah.

Alunan Adzan, seruan Allah SWT membuka awal hari pukul 05:09, aku mendengar namun badan ini tak tergerak dalam kursi kasir menghadap monitor dan situs game yang ku buka karena mencari contoh game online, tak sadar aku melewati lagi malam ini, tak ada peristiwa penting yang kuhadapi malam ini dan malam sebelumnya, pikiranku tetap tak terpaku disini, melainkan ada dirumahku disana, disebrang sana, jauh melewati samudera, hutan, jalan tol, rel kereta api, Gedung sate, stadion Jalak harupat, dan sungai citarum.

Kepalaku terasa berat, perutku terasa sakit, sepertinya isi dalamnya harus dibuang, dan memang sudah saatnya. udara pagi sudah terasa di hela nafasku, wajah dan badan ini harus disucikan sebelum menyembah Allah SWT Tuhanku pagi ini, jam menunjukkan pukul 05:55. Ku buka ransel merah yang kubawa, sehelai sajadah ku bentangkan menghadap kiblat, ku tegakkan shalat 2 rakaat yang sering kulewatkan dalam beberapa hari sebelumnya, dalam akhir tahhiyatul akhir, dzikirku alunkan untuk Nabiku dan Tuhanku, dipikiran ini keluargaku selalu membayang.

Ku angkat tangan ini, ku memohon, agar semua orang yang kusayangi bisa menjalankan hidup ini dengan sebaik-baiknya, serta mereka diberi kesempatan untuk tetap ada dijalanNya, yaa Allah berikan hambamu ini ketenangan jiwa, tetap dilindunganMu dari godaan nafsu dan amarah, berikan aku ketajaman pikiran yang akan melihat mana yang buruk atau yang baik ketika akan kujalani. Yaa Allah Yaa robbi hidup matiku hanya untuk orang lain dan orang-orang yang kusayangi serta untuk kembali ke hadapanMu..amiin

Diterbitkan di: on Mei 12, 2008 at 10:54 pm

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://tonifebruari666.wordpress.com/2008/05/12/doa-menyambut-mentari/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment