Penyimpangan intelektualitas mahasiswa dalam organisasi kampus atau organisasi mahasiswa lainnya di Unlam.

  Mahasiswa sebagai penerus perjuangan reformasi dan tonggak perubahan bangsa tak lepas dari yangnamanya idealisme pemikiran yang selalu ingin berbuat untuk membela yang benar dan selalu memposisikan diri untuk selalu berguna bagi rakyat kecil, dalam pemahaman, mahasiswa adalah tingkat paling tertinggi dalam kasta pendidikan, sehingga wajar saja kalau mahasiswa sering disebut sebagai intelektual muda yang berambisi, kuat, tegar sekaligus memiliki hati yang memikirkan sesamanya ( rakyat ).
  Berbagai macam organisasi dalam kampus muncul sebagai bentuk aplikasi dari sebuah gagasan kolektif yang dibangun untuk kepentingan bersama, organisasi-organisasi tersebut bermacam-macam sesuai dengan bidang yang di kelolanya. Dalam kampus Unlam, saya ambil contoh organisasi dalam fakultas yaitu BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) sebagai coordinator sekaligus organisasi mahasiswa tertinggi fakultas, bertugas sebagai sarana untuk kegiatan dan kendaraan bagi aplikasi pemikiran mahasiswa.
  Namun apakah organisasi-organisasi ini di kelola secara benar oleh mahasiswa dan apakah idealisme mahasiswa itu tak pernah berubah karena suatu kondisi tertentu dalam menjalankan organisasi yang di pimpin atau di kelolanya ?, berbagai masalah muncul akibat dari suatu kondisi yang membuat idealisme mahasiswa ini berubah dan organisasi yang dijalankannya bisa dijadikan alat atau legalitas tertentu demi kepentingan diri sendiri. Maka dari itu Intelektualitas dan idealisme mahasiswa harus di pertimbangkan.

Masalah korupsi dalam organisasi kampus.

  Beberapa bulan yang lalu, di kampus FKIP Unlam terjadi kasus yang mungkin hanya sebagian mahasiswa saja yang tahu, Ketua BEM FKIP terlibat korupsi hasil penjualan jas almamater mahasiswa baru tahun 2007, apa yang menjadi latar belakang terjadinya korupsi di organisasi mahasiswa yang sering menyuarakan anti korupsi ini? Mengapa idealisme anti korupsi justru berubah sebaliknya?
Berdasarkan berita yang di dapat dan dari para saksi yang memberitakan kasus ini kepada BLM ( Badan legislative Mahasiswa ) dapat di tarik berbagai kesimpulan.
   Wawancara dengan para saksi sekaligus anggota dan pengurus penjualan jas almamater yang tak mau disebutkan namanya :
Pewawancara :
Mengapa Korupsi bisa dilakukan oleh ketua BEM yang seharusnya memberikan contoh
dan menyuarakan anti korupsi kepada mahasiswa dalam kehidupan kampus?
Saksi :
Korupsi terjadi karena memang motivasi tersangka menduduki jabatan ketua BEM adalah bertujuan untuk mencari uang dengan menciptakan lahan basah atau mengadakan kegiatan yang bersifat melahirkan kontribusi yang berbentuk materi bagi organisasi BEM. Selanjutnya tersangka meraup keuntungan dengan menggunakan legalitasnya sebagai ketua untuk kepentingan pribadi.
Pewawancara :
Tolong jelaskan proses terjadinya korupsi yang dilakukan ketua BEM tersebut?
Saksi :
Mahasiswa Unlam yang baru masuk diwajibkan untuk memiliki jas Almamater Unlam, ketua BEM waktu itu memfasilitasi penjualan jas almamater lewat BEM, namun harga jas tersebut dilambungkan hampir 20% dari harga yang telah disepakati oleh yang punya barang dan dengan laporan yang palsu juga, padahal sebenarnya tersangka sendiri mendapat komisi 10% dari yang punya barang.
 Anggota BEM disuruh mengurus penjualan jas Almamater ini tanpa di beritahu harga awal jas almamater yang sebenarnya. Uang yang harusnya masuk ke tangan bendahara malah di tangani oleh ketua BEM. Dengan dalih bendahara tak mau mengurusi.
Pewawancara :
Apa yang anda lakukan sebagai orang yang mengetahui tindakan memalukan yang dilakukan oleh Ketua BEM ini?
Saksi :
Saya melaporkan kasus ini kepada BLM selaku organisasi majelis yang membawahi BEM.
Pewawancara :
Berapa jumlah uang yang dikorupsi dan dipakai untuk apa saja?
Saksi II ( anggota BLM ) :
Jumlah uangnya belasan juta rupiah, tersangka mengaku uang tersebut dipakai untuk membayar hutang-hutang tersangka.
Pewawancara :
Hukuman apa yang diterima oleh tersangka ini?
Saksi II ( anggota BLM ) :
Tersangka mendapat hukuman dicopot jabatannya sebagai ketua BEM dan harus mengembalikan uang yang telah di korupsinya.

Proposal fiktif yang dibuat oleh mahasiswa

  Dalam kasus ini, mahasiswa lebih berani dalam mempergunakan ilmu organisasi dan politiknya namun dijalan yang salah, Proposal fiktif di buat oleh seseorang/mahasiswa yang berkaitan dengan organisasi yang tercantum dalam proposal tersebut. Biasanya kegiatan/acara yang dilampirkan dalam proposal itu palsu dan tak pernah ada sama sekali. Mengapa ini bisa terjadi? Dan mengapa donatur bisa tertipu.
  Contoh kasus yang terjadi dikalangan mahasiswa unlam ini, sempat terekam oleh saya beberapa waktu yang lalu. Amin bukan nama sebenarnya, telah sering membuat proposal fiktif atas nama organisasinya atau atas nama himpunan mahasiswa fakultasnya. Berikut wawancara dengan salah satu mahasiswa Unlam yang sempat saya lakukan sebelum tugas ini di perintahkan oleh dosen mata kuliah pengantar Sosiologi.

Pewawancara :
Mengapa anda membuat proposal fiktif ? apakah ketua organisasi yang anda cantumkan dalam proposal itu mengetahui proposal tersebut?

Amin :
Saya berbuat demikian karena saya memerlukan uang dan ketua/pemimpin organisasi tak pernah tahu kegiatan fiktif ini karena saya selalu memakai stempel palsu dan tanda tangan yang dipalsukan oleh saya sendiri.
Pewawancara :
Kemana saja anda mengantar dan meminta uang atas proposal fiktif ini? Dan apakah mereka (donatur) tahu bahwa proposal yang mereka terima itu fiktif?
Amin :
Tergantung isi dari kegiatan yang dipalsukan, biasanya ke Pemprop, pemkot dan lain sebagaimya. Mereka selalu terkecoh karena organisasi yang saya pakai adalah organisasi besar sekaligus saya menjadi anggota didalamnya dan dengan kepintaran saya dalam berkomunikasi, saya bisa meyakinkan mereka.
Pemkot dan Pemprop jarang mengadakan survey dalam acara fiktif yang saya adakan, jadi saya selalu berhasil mengelabui mereka.
Pewawancara :
Apakah anda sadar bahwa tindakan anda itu salah dan tidak mencerminkan idealisme mahasiswa yang sesungguhnya.
Amin :
Saya sadar namun cara seperti ini adalah cara yang lebih cepat untuk mendapatkan uang, itu yang saya perlukan, resiko yang saya terima ketika saya mempunyai kekhawatiran akan terbongkarnya kegiatan ini. Dan idealisme kebenaran bagi saya hanya sebuah pemikiran dan bukan tindakan.
  Demikianlah wawancara dengan salah satu anggota dan aktivis organisasi Islam terbesar di banjarmasin secara langsung dan tanpa direncanakan ini.
  Masalah uang memang sangat mendasar dalam kehidupan masyarakat atau kehidupan social, kasus di atas mencerminkan bahwa legalitas sebuah jabatan bisa disalahgunakan atas dasar kepentingan pribadi dan inilah bukti bahwa intelektualitas pemikiran mahasiswa tidak ditempatkan pada jalan yang seharusnya.
 

 

 

Diterbitkan di: on Juni 11, 2008 at 12:42 pm Komentar (7)

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://tonifebruari666.wordpress.com/2008/06/11/penyimpangan-intelektualitas-mahasiswa-dalam-organisasi-kampus-atau-organisasi-mahasiswa-lainnya-di-unlam/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

& Komentar Leave a comment.

  1. baru jadi mahasiswa aja udah bikin proposal fiktif, gimana kalau jadi pejabat nanti ya???

    yap..ga bisa di bayangkan kalo dah jadi pejabat,,total hancurrrr heee

  2. Mahasiswa Juga Manusia,, yng pengen ngerasain gimana hitam putihnya kehidupan,, hehe

    yap…itu yang hitamnya….heeee yang putihnya ga ada.

  3. ya tuhan, saya kira hanya di kampus saya aja

    di kampus saya malah ada penarikan dana iuran mahasiswa tiap semester, katanya ga wajib.. tapi pas prakteknya malah maksa. akhirnya diprotes ama para mahasiswanya

    Baguss…Protes aja lah..kalo bisa ajak gelut we bay…disini mah di ajak gelut wae mun malak seenaknya tanpa ada aturan yang berlaku dARI kampus…heeee..

  4. Malu-maluin aja ketua BEM. Baru jadi ketua BEM udah belajar korupsi. Pecaaattttt!!!!! (*emang saya siapa*)
    Hee..he..

    Yap…harus di pecuut ( Emangnya Kuda ) hee salam kenal ya pak…..

  5. mahasiswa bukan orang suci,,,justru kalo tidak ada penyimpangan akan terasA hambar…tahun depan sekjen BEM,,masuk target BLM.

    yap…kalo gitu anda memang bagian dari penyimpangan itu,, supaya ga jadi hambar he he piss

  6. Oh begitu to. Hebat.

    yappp,,begitulah pak, heeee

  7. sikat aj mahasiswa yang keblinger kaya gtu….setuju ga??????


Leave a Comment